Rabu, 18 Oktober 2017

Mengenal Mineral Mangan di Pulai Sumbawa

Nama                     : Ayu Adekamtari
NIM                        : 16.01.011.007
Program Studi : Teknik Metalurgi & Material

  Mengenal Mineral Mangan di Sumbawa
A. Pengertian Mangan
        Mangan adalah salah satu mineral yang termasuk unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Dalam table periodic unsur kimia, mangan memiliki lambang Mn.
             Dengan nomor atom 25. Unsur kimia adalah zat kimia yang tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan cara biasa dan tidak dapat dipisah menjadi zat yang lebih kecil.
          Kenampakan mineral mangan berupa wana abu-3 besi dengan kilap metalik-submetalik, kekerasan 2-6, dan berat jenis 4,8. Mangan (Mn) ditemukan sebagai unsur bebas dalam sifat dasarnya dan sering dicampur dengan besi. Sebagai unsur bebas, mangan adalah campuran logam yang penting dalam penggunaan dengan campuran logam-logam industry terutama di dalam baja-baja kuat. Ion mangan mempunyai banyak warna tergantung dalam keadaan oksida dan sering digunakan sebagai zat-zat dalam industri.

B. Potensi endapan mangan di Kabupaten Sumbawa. 
    Kabupaten Sumbawa menyimpan banyak potensi. Eksplorasi mangan di Sumbawa Besar tepatnya dilaksanakan di daerah Olat Maja Kecamatan Lape dan Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat mencakup daerah seluas (11 km x 6 km) yang dilakukan dengan dengan metode penyelidikan : pemetaan geologi dan mineralisasi skala 1 : 25.000.
        Dari penyelidikan didapat 2 daerah mineralisasi yaitu mineralisasi mangan di Olat Maja Baramayung dan mineralisasi berupa endapan deluvial yang mengandung oksida besi manganese di lereng barat bukit Olat Maja. Untuk menghitung potensi endapan Mangan dilakukan dengan cara menghitung volume bijih dikalikan dengan berat jenis mangan. Mangan tersebut  terdiri dari biji mangan tipe sedimenter dibukit Olat Maja. Potensi sumberdaya hipotetik bijih mangan didaerah Olat Maja Baramayung sebanyak 735.553,00 ton dan endapan deluvial tipe gossan oksida iksida besi manganese sebesar 37.500 ton.
             Mineralisasi mangan mangan di Olat Baramayung terdapat pada punggungan bukit Olat Baramayung pada ketinggian 175 m . Endapan mangan dijumpai dilapisan satuan batuan sedimen tufa gampingan diduga terdiri dari mineral manganit. Secara megaskopis sifat mangan dilokasi ini berwarna abu-abu metalik hingga hitam, berbutir halus hingga kasar, terstruktur masif hingga laminasi kadang-kadang membentuk Kristal dengan kilp logam. 
  Mineralisasi gosan (oksida besi manganese?) di s.pasar, lereng bukit Olat Maja. Secara umum geologi daerah hulu sungai (skala 1 :2.500) tersusun oleh 2 macam batuan yaitu Tufa pasiran dan Batulempeng. Penyebaran deluvial gossan yang mengandung oksida besi manganese berdasarkan pengamatan . Pada daerah mineralisasi gossan dibuat satu buah parit uji dan 4 buah sumur uji. Untuk mendapatkan ketebalan atau kedalaman bongkah deluvial pada sumur uji rata-rata adalah 1,925 m. Pengamatan dilapangan menunjukkan kerapatan bongkah deluvial gossan adalah 20%. Jadi volume deluvial gossan adalah , dengan berat jenis mangan yang terendah yaitu nilai SG = 4. Untuk potensi endapan deluvial gossan C = (volume x SG) ton = (9,625 x 4) ton = 37.500 ton.

C. Pemanfaatan mangan dalam bidang industry.
  1.  Mangan sangat pentingpada produksi            besi dan baja. Industry baja tercatat                menggunakan sekitar 85% sampai 90%          total produksi mangan. 
 2.   Mangan merupakan komponen kunci            dari stainless steel dan paduan
       aluminium tertentu.
 3.  Mangan oksida juga digunakan sebagai         katalis. Mangan digunakan juga sebagai       dekolorisasi kaca dan membuat kaca             berwarna ungu.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda